Sudah pernah lihat kejadian luar biasa di dunia ini?
Kejadian di mana manusia berbondong bondong merusak alam.
Aku tahu kamu sudah lihat, bahkan kita tahu bahwa kita ikut andil dalam merusak alam.
Berapa banyak plastik yang kita gunakan hari ini?
Berapa banyak plastik yang kita buang hari ini?
Berapa banyak alam yang harus musnah karena ulah kita?
Aku ingat betul ketika mahameru menjadi tempat shooting film 5 cm.
Film booming, naik gunung jadi trend.
Mahameru yang begitu cantik perlahan mulai pudar, perlahan dimakan oleh plastik tak bertanggung jawab yang pendaki pendaki bawa. Ranukumbolo yang begitu jernih perlahan mengkeruh karena tangan tangan jahil.
Sebentar.
Tak usah jauh jauh ke malang, kampung kelahiranku yang katanya ibu kota negara ini dulu begitu asri dan indah. Salak salak condet yang bebas di petik, sungai sungai yang belum tersentuh limbah, tanah tanah yang masih sehat di tanami tanaman.
Bagaimana keadaan kampungku sekarang? Boro boro metik salak, pohonnya saja tidak ada, dan sekarang memetik rambutan saja di teriaki maling sama tetangga. Boro boro mancing ikan di sungai, airnya saja bagaikan tempat pembuangan sampah. Boro boro mau menanam tanaman, yang ada beton yang tertanam kekar.
Lihat saja gunung gede pangrango. Bagaimana nasibnya? Setiap jengkal di trek pendakian selalu ada sampah sampah plastik pendaki tak bertanggung jawab, aku sampai malu ketika teman dari malang mendaki ke sana. Maaf kawan, masih banyak dari kita yang tidak bisa menggunakan akal sehatnya dengan baik.
Sekarang bayangkan kita punya rumah yang rapih, bersih, megah. Kita kedatangan serombongan tamu, tanpa tudung aling aling mereka tertawa sekeras kerasnya, memainkan musik seheboh hebohnya, mereka membuang sampah di sembarang tempat, bahkan kamar kita pun di jadikan tempat sampah, apa yang akan kita lakukan?
Gunung gede seperti itu sekarang.
Pendaki pendaki seperti itu sekarang, tak ada moral.
Aku begitu malu di sebut pendaki.
Sekarang bersapa ria di gunung saja sudah menjadi kegiatan jarang di gunung.
Tak ada lagi pendaki ramah. Apalagi mereka yang punya uang tak terbatas. Berkeril osprey, mamot dan segala rupa alat outdoor mahal. Yang membuat mereka dengan pdnya sombong dan tak mau bersapa ria.
Sekarang aku bingung, kegunung mau apa?
Kalian tenang! Alam bisa memperbaikinya dengan sendiri. Tak perlu campur tangan dengan manusia manusia pengganggu.
Asalkan kita mendukung, asalkan kita menjadi pendaki yang bertangggjung jawab.
Salam hangat dari jakarata!
Semoga kita bisa lebih menyangi alam. semoga kita menjadi bertanggung jawab.
Semoga alam tidak membalas.
SHAME ON YOUUU FOR THOSE PEOPLE YG NGAKU KE GUNUNG KARNA CINTA ALAM TP NYATANYA MALAH MERUSAK😠🫵
ReplyDelete